Minggu, 22 Desember 2013

K A M U

hai.
kamu..
yang berdiri tepat di hadapanku,
yang menatapku dengan pandangan sendu dan teduh,
tenang.. namun dalam.
aku merindukanmu. sangat.

kamu ada di sana. selalu. di hati kecilku.
kamu pernah hilang, kamu pernah pergi.
tapi kini...
kau kembali.

...kembali dengan tatapan teduh dan mata yang bersinar.
entah dengan alasan apa, aku menyukai tatapan itu.
tatapan yang membuatku nyaman  untuk dipandangi oleh seseorang.

kamu..
manusia ciptaan-Nya yang kini ku cintai,
kau hadir di saat ku menginginkan 'kebahagiaan' yang lain,
kau datang di saat ku mendambakan layaknya seorang pangeran..

peluk itu..
ciuman itu..
sentuhan hangat itu..

kamu membuat percikan bahagia dalam hidup yang penuh fana ini..
kamu telah menjadi sosok 'pangeran' yang ku damba selama ini..

kamu..
kembali dengan segenggam bahagia yang kau berikan untukku.
aku juga ingin memberi kebahagiaan yang sama untukmu.

teruslah tersenyum, matahariku..
karena senyummu adalah, bahagiaku.

Rabu, 03 April 2013

 Jodoh Pasti Bertemu

ada yang kau tau, betapa ku mencinta..
selalu menjadikanmu, isi dalam doaku..
kau tau tak mudah, menjadi yang kau minta..
ku pasrahkan hatiku, takdir 'kan menjawabnya..

jika aku bukan jalanmu..
ku berhenti mengharapkanmu..
jika aku memang tercipta untukmu..
ku kan memilikimu..
jodoh pasti bertemu..

ada yang kau tau, betapa ku mencinta..
ku pasrahkan hatiku, takdir 'kan menjawabnya..

Inspired by: Afgan - Jodoh Pasti Bertemu

Kamis, 28 Februari 2013

Terluka Diam-Diam

Aku suka saat aku dapat melihatmu melalui lirik mataku,
di penghujung mataku, aku masih bisa menangkap bayangmu..

Tapi aku takut.

Entah sampai kapan akan seperti ini?
Ketika aku hanya dapat melihat tanpa meraba,
ketika aku hanya bisa mengkhayal, tanpa dapat meraih,
dan ketika aku bisa merasa, tanpa harus memiliki..

Sebegitu kuatkah perbedaan di antara kita?
Hingga tak ada ruang untuk adanya persamaan..

Aku terlalu lama menunggu..
Sampai aku tak tau, dari mana aku memulai,
dan kapan aku akan mengakhiri..

Rasa rindu yang menggelegar terasa seperti muntahan gunung berapi yang menghasilkan larva.
Aku merindunya.
Hingga aku tak tau, dengan siapa aku akan berlabuh..

Perasaan ini sungguh menyiksa..
Aku tak bisa pergi,
dengan meninggalkan perasaan ini.
Aku tak bisa lari,
dengan sejuta angan yang belum sempat ku raih..

Aku ingin menghentikan semua ini,
karena aku tau, sampai kapan pun, aku tak 'kan pernah mendapatkanmu.
Aku memendam rasa yang 'ku bina sejak kita bertemu dulu..
Karena cinta dimulai dari kenyamanan..

Dulu aku  nyaman bersamamu,
itu yang membuatku "mencintaimu".

Aku mengalah.....untuk menang.

Aku biarkan mataku melihat kau bermesraan dengannya.
Aku relakan hatiku terkoyak saat kau berkata, "aku mencintainya seperti aku mencintai mama".
Dan aku biarkan telingaku mendengar setiap curhatanmu, celotehmu...tentang dirinya.

Kau agungkan dia, kau banggakan dia di hadapanku.
Tanpa kau tau, orang yang sedang kau pinta untuk menjadi pendengarmu, diam-diam memendam rasa kepadamu.

Kau tak pernah sadar!

Segala perhatian dan kepedulianku selama ini kau anggap hal yang tabu.
Kau fikir semua itu karena ungkapan sosial.
Padahal, itu karena ungkapan perasaanku.
Perwakilan dari segala rasa cintaku.

Karena aku tak mau terlalu jujur....padamu.

Aku tak akan bilang jika "mungkin" perasaanku jauh lebih besar dari orang yang saat ini kau cinta, kepadamu..
Karena itu terlalu bodoh.

Sebab aku bukan Dewa..
Sebab aku bukan Tuhan yang dapat mengetahui isi hati semua orang,
dan aku bukan malaikat yang mencatat setiap perlakuan manismu kepadanya.

Khayalku mulai merajalela.
Ketika aku sematkan ingatan tentangmu dalam benakku..
Harapan-harapan itu..
Segala keinginan itu..
"Hanya ada dalam pikiranku"
Semuanya hanya logika..
Logika indah dalam memori..

Ini tanda kasih yang tertunda..
Yang tak sempat aku ungkapkan..
Sebab kau telah bahagia bersamanya..

Senin, 10 Desember 2012

Fill of heart

Kita terlalu rumit untuk menjadi satu.
Kita terlalu pasif untuk dinamakan menjadi "sepasang kekasih".
Kita sama-sama tahu bahwa perbedaan yang melintang di atas kita begitu menyiksa..
Tapi di sini, aku rasa aku yang banyak berkorban.
Aku yang banyak bertahan melawan kerasnya karang yang menghantam setiap langkah yang 'ku ambil.

Kamu dan aku memang ditakdirkan hanya sekadar kenal. Tak lebih.

Kamu memiliki hidupmu yang bahagia, sementara aku yang menderita.

Kamu memiliki cinta yang kau inginkan, tapi aku menahan tangis melihat kamu yang kian memiliki apa yang kamu cinta.

Aku sering berpikir betapa beruntungnya dia karena bisa meluluh lantakan hatimu. Aku iri padanya!
Aku marah! Aku murka!

Dia bagai satu meriam yang suatu waktu akan menghujaniku dengan bom-bom besar.

Dan kamu bagai sebuah geranat yang  jika aku salah langkah, aku akan mati. Di tanganmu..

Senin, 29 Oktober 2012

Your own?

Memangnya salah bila ada cinta di antara dua insan yang berbeda keyakinan?
Aku mencintai seseorang yang berbeda sembah denganku. Tuhan kita tetap satu sebenarnya. Hanya saja, ajaran yang kita dapatkan berbeda.

Aku mencari dia selama aku masih bisa bernafas. Aku meyakinkan diri bahwa aku pasti masih bisa bertemu dengannya di saat aku belum belum berhenti bernafas.

Hanya detak jarum jam yang kian menemaniku dalam duka maupun suka.

Tik...Tok..
Tik...Tok..

Suara-suara tak asing itu terdengar nyaring pada gendang telingaku.
Aku yang merindu, tapi aku yang menyerah..
Aku yang menyayangi, tapi aku yang mundur..

Seorang lelaki belasteran yang sedari di bangku dulu 'ku kagumi.. Dimana dia berada saat ini ya Tuhan..?

Aku merindukannya.. Kirimkan dia kembali ke hadapanku.. Barang satu jam saja, aku pasti bahagia..
Apa dia masih mengingatku?
Seorang gadis kecil berambut panjang yang dahulu sering menjahilinya?
Aku merindukan sosok jangkung yang selalu memangilku "Chubby"...

Sikapnya yang selalu membuat segala macam pertanyaan muncul dalam pikiranku.. Dia yang mengayomiku.. Dia yang suka membelai rambut panjangku.. Dia yang suka menjahiliku dan sering membuat pipiku seperti tomat yang masak.. Merah.

Kenangan adalah hal paling sulit selain dosa untuk dihindari.
Tapi untuk membuang segalanya, itu lebih sulit daripada mencari dosa..

Jumat, 08 Juni 2012

Everything is over..


Lepas..
Lepas sudah anganku..
Musnah sudah bayangan..
Hilang telah harapan..
Aku kalah telak..
Kalah menggapai bahagia..

Hilang..
Hilang sudah asa..
Lenyaplah rasa dijiwa..
Aku lelah mengejarmu, lelah mencari panah yang tepat untuk memanah hatimu..
Aku telah kehilanganmu..
Gagal sudah..
Sirna telah bayangan dan khayalan-khayalan ku untuk bersamamu..

Aku memang bukan siapa-siapa..
Bukan juga apa-apa..
Tapi aku punya cinta, punta kasih sayang..
Namun, apa aku tak pantas bahagia?
Bahagia bersamamu orang yang aku cinta..?

Cinta bukan lagi alasan dalam suatu hubungan..
Tapi, kepercayaan dan pengorbanan juga diterapkan!

Disaat sudah bisa melepas yang satu,
yang lainnya ternyata harus benar-benar dilepas juga.
Karena hati yang satu,
Tak akan lengkap dengan hati yang dua..

Cinta diibaratkan dengan sebuah jagung. Awalnya, tumbuh dengan baik. Diberi bibit. Diberi pupuk. lalu dewasa, tumbuh menjadi jagung dewasa. Setelah itu berubah menjadi jagung yang matang. Dan jika sudah matang, berarti juga harus dipanen.
Seelah dipanen, harus dicabut. dan jika ada yang busuk, disitulah hidup jagung itu berakhir! Mungkin karena diberi pupuk yang berlebihan? Atau mungkin karena pupuk yang kekurangan?

Jika memberi, jangan setengah-setengah..
Jika menerima, jangan mau tak mau..
Penyesalan tak akan pernah terjadi diawal pertemuan..
Tapi, penyesalan terjadi setelah bahagia itu datang!

Sabtu, 19 Mei 2012

Cinta Sepihak

Hidup adalah pilihan. Dan pilihan itu adalah tujuan. Untuk apa tujuan ku hidup di dunia ini? Jawabannya, untuk mengetahui sisi baik dari kehidupan. Untuk mengetahui seberapa besar aku bertahan dalam cobaan hidup. Aku tak memungkiri bila nyatanya hidup itu adalah pilihan yang salah. Hidup juga perlu cinta, bukan? Cinta adalah salah satu kepingan yang melengkapi indahnya hidup. Tapi cinta juga dapat membuat keindahan hidup itu musnah seketika.

Tuhan menciptakan bintang untuk menemaniku dalam sepi. Aku yakin itu. Bintang lah yang selalu menjadi teman dan pendengar setia dari setiap celoteh-celotehan kecil ku. Bukan tidak mungkin apabila bintang jadi lebih dari sahabat untukku.
Bintang saja rela muncul di langit hanya untuk mendengarkan cerita ku yang mungkin kadang tidak penting.  Tapi, kamu? Jalankan untuk rela dengarkan ceritaku, untuk melihatku saja, mungkin kau enggan!

Bintang, bulan. matahari, dan langit adalah teman setiaku hingga kini. Meskipun mereka tak pernah menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan yang kubuat, tapi mereka-lah saksi bisu dari setiap sisi kehidupan yang telah aku jalani.
Meskipun mereka tak pernah mengusap lembut rambutku dan menghapus setiap air mata ku, tapi merekalah yang terus memberiku sinar lembut dan menghapus kegelapanku menjadi terang kembali.

Jikalanya aku sedang jatuh hati pada seseorang, merekalah yang pertama kali mengetahuinya. Mereka jadi saksi dari kesalahan-kesalahan tingkahku kala aku ada di dekat sang pujaan hatiku.
Terkadang aku menjadi malu pada diriku sendiri. Malu karena cintaku bertepuk sebelah tangan.

Cinta yang dimiliki sepihak hanya akan membuat seseorang menjadi tahu apa arti cinta yang asli. Cinta sepihak bukan berarti selamanya tak akan memiliki yang dicinta.
Tulus cinta yang aku miliki kadang, tak pernah tersampaikan. Perasaan yang aku punya hanya sampai di hati saja.
Sakit memang. Namun, cinta juga tak selalu bisa dipaksakan. Jika cinta bisa dipaksa, mungkin dari dulu aku sudah dapat memiliki cinta sepihak itu.

Cinta sepihak. Sepihak menikmati sakit. Sepihak merasakan kegalauan. Sepihak melewati kerinduan. Sepihak memiliki kasih sayang. Dan sepihak menahan diri jika melihat yang dicinta sedang bercumbu dengan kekasihnya.